Iklan

Agama, Budaya dan Pandemi di Gampong Mukti Jaya Dalam Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Minggu, 22 November 2020, 23:36 WIB Last Updated 2022-02-07T14:17:55Z

Oleh: Siti Rahmah


Kamis 29 Oktober 2020 Masehi merupakan perayaan kelahiran ( Maulid ) Nabi Muhammad SAW, tepatnya 12 Rabiul Awal. Umat Muslim di Aceh merayakan Maulid Nabi dengan berbagai macam kegiatan sebagai wujud rasa syukur. Namun Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini berbeda dari yang biasanya, peringatan Maulid tahun 2020 masih dalam suasana pandemi covid 19.


Di kutip dari uninus.ac.id bahwasannya Kementerian Agama juga telah menerbitkan surat edaran tentang Pelaksanaan Perayaan Hari Besar Islam di masa pandemi Covid 19. Edaran tertanggal 24 Oktober 2020 ini ditunjukkan untuk memberikan rasa aman, mencegah dan mengurangi risiko penyebaran wabah covid 19 dapat dilaksanakan secara tatap muka dengan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Kedua, Perayaan Hari Beasar Isam pada daerah zona kuning dan zono merah penyebaran covid 19 dianjurkan diakukan secara virtual atau daring. 


Ketiga, daerah zona kuning dan merah penyebaran covid 19, jika tetap melaksanakan Perayaan Hari Besar Isam secara tatap muka agar diperhatikan hal-hal sebagai berikut : (a) diaksanakan di ruang terbuka, (b) jika dilaksanakan di masjid/musholla/ruang tertutup lainnya, jumlah audience atau undangan yang hadir paling banyak 20% dari kapasitas maksimal dan tidak boleh lebih dari 100 ( seratus ) orang. (c) audienc atau undangan yang hadir merupakan warga sekitar, tidak dari daerah luar. (d) semua pelaksanaan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan telah dikoordinasikan dengan Satuan Tugas Penanganan Covid 19 setempat. Keempat, di anjurkan untuk tidak melaksanakan pawai dalam rangka Perayaan Hari Besar Isam. 


Dalam rangka menyambut peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah, MT menyampaikan bahwasanya meski ditengah pandemi covid 19, atas nama pemerintah Aceh Nova mengijinkan atau memberi lampu hijau kepada masyrakat untuk mengelar peringatan dan perayaan hari lahir Nabi Muhammad SAW. Namun, dengan syarat perayaan maulid tersebut wajib menerapkan protokol kesehatan cegah covid-19.


Dikutip dari Serambinews.com kabupaten Aceh Singkil termasuk zona merah atau resiko tinggi covid 19. Hal ini berdasarkan peta resiko dalam situs resmi satgas penanganan covid 19 pusat, covid19.go.id. sementara itu total kasus pasien positif Covid 19 di Aceh Singkil, mencapai 119 orang. Dari jumlah tersebut 79 dinyatakan sembuh dan 40 masih dalam perawatan, sedangkan angka kematian masih nihil.


Walaupun kabupaten Aceh Singkil termasuk wilayah zona merah, akan tetapi tidak menyurutkan masyarakatnya untuk memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.  Mereka menyambutnya dengan rasa suka cita. Seperti hal nya di Gampong Mukti Jaya, Maulid Nabi tetap dilaksanakan karena memang sudah menjadi kebiasaan atau tradisi masyarakat dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW setiap tahunnya. Apalagi, masyarakat Gampong Mukti Jaya juga belum ada yang positif covid-19 sehingga peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tetap bisa digelar seperti biasanya.


Sebelum melaksanakan acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kepala gampong, imam masjid, kepala dusun beserta tokoh masyrakat lainnya seperti tokoh agama, tokoh adat dan IRMAS (Ikatan Remaja Masjid) melakukan musyawarah terkait bagaimana acara maulid Nabi digelar di masa pandemi. Berdasarkan hasil musyawarah acara maulid Nabi tahun ini tidak mengundang tamu dari luar daerah, hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran covid-19. Disamping itu, IRMAS (Ikatan Remaja Masjid) Gampong Mukti Jaya sangat antusias dalam menyambut hari besar islam, mereka siap menjadi panitia acara peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. 


Adapun hal utama yang dilakukan oleh IRMAS (Ikatan Remaja Masjid) yaitu seperti mengumpulkan dana yang akan digunakan untuk melancarkan serta menyukseskan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Dana tersebut di kumpulkan dari kutipan masyarakat gampong Mukti Jaya, yang mana pengutipan tidak ditentukan dari pihak panitia akan tetapi masyarakat gampong Mukti Jaya sendirilah yang menentukan berapa jumah uang yang akan mereka berikan (seikhas nya). Dalam proses pelaksanaanya para remaja masjid dibagi beberapa kelompok yang akan ditugaskan sebagai pengumpul dana sekaligus memberitahukan kepada masyarakat gampong Mukti Jaya untuk membawa tiga bungkus nasi serta memakai masker pada saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk pencegahan dini terhadap penyebaran covid 19.


Setelah dana yang di kutip oleh panitia Maulid Nabi Muhammad SAW terkumpul, maka dana tersebut digunakan untuk membeli keperluan Acara seperti, spanduk, bingkisan untuk Qori, penampilan Hubbun Nabi dan Ustadz sebagai pengisi ceramah. Tidak hanya itu saja, dana tersebut juga digunakan untuk membeli makanan ringan, kue kue, aqua gelas, dekorasi tempat dan panggung, piala serta sertifikat untuk santriwan santriwati TPQ Raudhatull Mujawwidin. di samping itu, tugas panitia lainnya adalah menyiapkan perlengkapan acara seperti meminjam tikar, salon, mickrophone, bunga hias, meja, kain dan lain sebagainnya yang didapat  dari masyarakat gampong Mukti Jaya.


Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Mukti Jaya menggelar berbagai rangkaian kegiatan seperti pembacaan Ayat suci Al-Qur'an, ceramah, sholawat, pembagian hadiah santriwan/santiwati TPQ Raudhatul Mujawwidindan dan penampilan Hubbun Nabi dari satriwan/santriwati TPQ Raudhatul Mujawwidin. Disamping itu, biasanya masyarakat Gampong Mukti Jaya pada saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, membawa nasi bungkus dan snack dari rumah. Nantinya nasi bungkus dan snack diserahkan kepada panitia acara dan dibagikan kembali di akhir acara. Sebagai penutup acara diadakan makan bersama. namun tetap mematuhi protokol kesehatan covid 19.


Peringataan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini terdapat perbedaan dibandingkan peringatan Mauid Nabi tahun lalu. Ha ini tidak lepas dari adanya pandemi covid 19 yang memaksa panitia merancang acara jauh hari. Perbedaan nyata bisa dilihat dari ustadz yang di undang sebagai pengisi ceramah pada saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Biasanya ceramah akan diisi oleh ustadz yang di undang dari luar daerah. Namun, tahun ini ustadz sebagai pengisi ceramah berasal dari kampung sendiri. Ha ini sebagaimana hasil musyawarah bersama masyarakat gampong mukti jaya. Serta tidak mengundang tamu lainnya dari luar daerah yang biasanya selalu di undang pada saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, seperti bapak camat, imam mesjid besar kecamatan, kepala KUA, santri pondok pesantren dan lain sebagainya. Hal ini diakukan demi menghindari penyebaran covid 19.


Perbedaan lainnya yang paling mencolok adalah masyarakat yang turut menghadiri acara peringatan Maulid Nabi membawa Masker dan menjaga jarak, baik orang tua, remaja maupun anak-anak. selain itu acara peringatan Maulid Nabi yang biasanya di mulai setelah sholat isya sampai jam 1 pagi ( 4 jam ), tahun ini diaksanakan setelah sholat isya sampai jam 11 malam saja (2 jam). Di tambah lagi biasanya ada penampilan marhaban, baik itu marhaban pengajian ibu-ibu maupun marhaban pengajian bapak-bapak.


Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini terkesan kurang maksimal, dapat diihat dari tingkat kehadiran tamu. Hal ini menunjukkan ke khawatiran masyarakat terhadap pandemi covid 19. Ahamduliah acara peringatan Maulid teraksana dengan baik tanpa ada kendala.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Agama, Budaya dan Pandemi di Gampong Mukti Jaya Dalam Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Terkini