Adsense

Iklan

Polres Pidie Amankan Alat Berat Penambang Emas Ilegal di Geumpang, Enam Pelaku Ditahan Dua Pesaham DPO Kepolisian

Redaksi
Jumat, 23 April 2021, 08:39 WIB Last Updated 2021-06-24T11:49:21Z
Lokasi penambangan emas ilegal yang menggunakan alat berat ekscavator di kampung Keune, kecamatan Geumpang kabupaten Pidie, Selasa (20/4/2021).


Acehpost.id || Pidie- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pidie mengamankan enam orang tersangka tindak pidana di bidang pertambangan mineral yang melakukan penambangan emas ilegal dengan menggunakan alat berat jenis Bechoe / Ekscavator tanpa Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi dari pejabat yang berwenang.

Kapolres Pidie melalui Kasat Reskrim AKP Ferdian Chandra, S.Sos, M.H, mengatakan penangkapan tersebut dalam Kawasan hutan pegunungan Kecamatan Geumpang Kabupaten Pidie tepatnya di Pinggiran Alue Saya KM. 10 Kampong Keune Kecamatan Geumpang Kabupaten Pidie, pada hari selasa tanggal 20 April 2021 Sekira Pukul 07.30 Wib, jelasnya.

Kemudian ke enam tersangka berhasil diamankan petugas kepolisian, masing-masing diantaranya HD (46) warga kampung ie rhob timur kecamatan simpang mamplam sebagai operator alat berat, AR (31) kernet alat berat warga kampung jawa kecamatan banda sakti lhoksumawe, MD (28) warga alue peudada kecamatan baktya aceh utara sebagai karnet bekho, MJ (48) dan ZH (52) merupakan warga kampung keune geumpang yang berperan sebagai asbuk, sedangkan IS (33) warga kampung bangkeh geumpang yang berperan sebagai asbuk bechoe.

Selain itu, polisi masih memburu MK dan BM yang berperan sebagai pemodal (toke) kedua dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Adapun barang bukti yang berhasil disita pihak kepolisian 1 (satu) unit alat berat Becho / Ekscavator Merk Hitachi Warna Abu – Abu Seri EX – 200 tahun 2002, 1 (satu unit alat timbangan emas merk Pocket Scale dan, 1 (satu) buah buku Kenko PN-501 Hasil Catatan Jam Kerja Excavator / Becho, 1 (satu) unit alat berat Becho / Ekscavator Merk Hitachi Warna Abu – Abu Seri EX – 200 tahun 2002.

Berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa di dalam Kawasan hutan pegunungan Kecamatan Geumpang Kabupaten Pidie tepatnya di Pinggiran Alue Saya KM. 10 Kampung Keune, sering dijadikan sebagai tempat untuk melakukan Tindak Pidana di bidang Pertambangan Mineral yaitu melakukan Penambangan Emas Ilegal dengan menggunakan alat berat jenis Becho / Ekscavator tanpa Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi dari pejabat yang berwenang.

Kemudian atas info yang diperoleh tersebut Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Pidie dan unit Idik IV Tipidter Satreskrim Polres Pidie melakukan investigasi di seputaran lokasi tempat terjadinya tindak pidana di bidang Pertambangan Mineral.

Kata dia, ternyata benar di lokasi tersebut tepatnya di dalam Kawasan hutan pegunungan Kecamatan Geumpang Kabupaten Pidie tepatnya di Pinggiran Alue Saya KM. 10 Kampung Keune, Kabupaten Pidie ada dilakukan penambangan emas ilegal (ilegal minning).

Pada hari Selasa Tanggal 20 April 2021 sekira pukul 07.30 Wib Tim melakukan tindakan Kepolisian berupa penangkapan terhadap 6 (enam) orang laki - laki yang mana 1 (satu) orang bertindak sebagai Operator Becho, 2 (dua) orang bertindak sebagai Kernet Becho dan 3 (tiga) orang bertindak sebagai Asbuk (orang yang melakukan ayakan emas dengan menggunakan alat khusus) dan ke enam tersangka tersebut ditangkap secara bersamaan di dalam Kawasan hutan pegunungan Kecamatan Geumpang Kabupaten Pidie tepatnya di Pinggiran Alue Saya KM. 10 Gampong Keune Kecamatan Geumpang Kabupaten Pidie dan barang bukti dibawa dan diamankan ke kantor Sat Reskrim Polres Pidie untuk Penyidikan lebih lanjut.

Pelaku dijerat dengan Pasal Yang di Persangkaan : Pasal 158 Jo Pasal 36 Jo Pasal 40 Undang-undang RI nomor 3 tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang – Undang RI nomot 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara Jo Pasal 89 ayat (1) huruf a dan huruf b Jo Pasal 17 ayat (1) huruf a dan huruf b Undang – Undang nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan Jo Pasal 55 ayat 1 Ke 1e KUHPidana.

Dengan ancaman hukuman unsur Pasal 158 UU RI NO 3 Tahun 2020 Setiap orang yang melakukan Penambangan tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah).

Unsur pasal 17 ayat (1) huruf a dan huruf b UU RI NO 18 Tahun 2013: Pasal 17 (1) Setiap orang dilarang:
a. membawa alat-alat berat dan/atau alat-alat lain yang lazim atau patut diduga akan digunakan untuk melakukan kegiatan penambangan dan/atau mengangkut hasil tambang di dalam kawasan hutan tanpa izin Menteri;
b. melakukan kegiatan penambangan di dalam kawasan hutan tanpa izin Menteri
Unsur Pasal 55 Ayat 1 ke 1e KUHPidana: Pasal (1) : Dihukum sebagai orang yang melakukan peristiwa pidana: 1e. Orang yang melakukan, yang menyuruh melakukan, atau turut melakukan perbuatan itu, pungkasnya. (Redaksi)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Polres Pidie Amankan Alat Berat Penambang Emas Ilegal di Geumpang, Enam Pelaku Ditahan Dua Pesaham DPO Kepolisian

Terkini

Iklan