Iklan

Zamna Fauzan Mahasiswa USK Delegasi Asal Aceh Mengikuti program pengabdian Reswara Indonesia

harirrizky
Minggu, 26 September 2021, 16:33 WIB Last Updated 2021-09-27T06:48:02Z

 

Zamna Fauzan, Delegasi Asal Aceh Mengikuti program pengabdian di Desa Meat, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba Samosi.(ist)

Acehpost.id I Toba Samosir - Zamna Fauzan  Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) Delegasi Asal Aceh Mengikuti program pengabdian di Desa Meat, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba Samosir, yang diselenggarakan oleh Relawan Swadaya Nusantara (Reswara) Indonesia (19-23 /09/2021)


Relawan Swadaya Nusantara (Reswara) adalah sebuah NGO yang bergerak dibidang Pengabdiam Desa dan perduli terhadap budaya serta wisata daerah. Sebanyak 36 delegasi terpilih dari seluruh penjuru Indonesia ini dengan Tujuan membawa misi social berbentuk kegiatan pengabdian, dari 36 Delegasi Tersebut dibagi menjadi beberapa divisi diantaranya Divisi Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi kreatif, dan lingkungan sosial. UU


Dalam Kegitan Tersebut Zamna Memilih di divisi Pendidikan, dengan Alasan suka Berbaur dengan anak-anak, suka lihat senyuman mereka, suka ngajar juga dan divisi pendidikan Pendidikan memiliki 8 program kerja yang dijalankan dan dibagi dalam 3 kategori diantaranya


Pendidikan kreatif, Talular (kreasi dari bahan bekas), ruang imajinasi (menggunakan papan impian, mardalani huta (berjelajah), warna-warni Meat (mewarnai, menggambar), Sudut baca (mendongeng). Disini sempat anak sanggar Desa Meat menampilkan tariannya dan para delegasi menirunya secara bersama-bersama dalam kondisi lingkaran besar.


Pendidikan serba-serbi Tong berbaris (Tongkrongan Bahasa Inggris), Calistung (membaca, menulis, berhitung)Pendidikan asah skill : berbicara di depan umum. Anak-anak disuguhkan dengan beberapa "tounge twister" salah satunya "keledai di kedai" "cumi cuma cium cucuku" yang masing-masing disebutkan dengan cepat 8 kali.


Acara ini di Buka Lansung Oleh Kepala Desa Meat, dan dihadiri Oleh Ketua Pokdarwis, dan Anggota Pokdarwis Meat. Zamna menjadi perwakilan sebagai pembaca Puisi, yang berjudul "Mari, Mari Belajar Lagi"- karya Suminto A. Sayuti.


Menurut Zamna kegitan Pengabdian Ini Berjalan Dengan Sangat Terstuktur, (Di Luar Program Kerja Perdivisi) Septiap Malam Harinya Kami mempunyanyi kegiatan  Berbincang Budaya Bersama Tokoh Adat, Journey Of Life, Malam Keakraban (Saling Mengenal Dengan Tanda Tangan, Dan Lainnya), Kemudian Pembentukan Kelompok Jelajah Budaya Seperti Kelompok Ulos, Rumah Adat, Pernikahan, Makanan Khas, Dan Lainnya, Dan Semua Materi Yang Didapat Dari Hasil Survey Ke Masyarakat, Setiap Grup Wajib Membuat Video Tiktok Sesuai Penugasan Tugas, Dan Wajib Mempresentasikan Di Depan Tokoh Adat. Zamna Dan Kelompok Mendapatkan Materi Tentang Pernikahan, Dan Alhasil Dari Presentasi Hanya 1 Kelompok Yang Diambil Sebagai Kelompok Terbaik, Dan Kelompok Itu Adalah Kelompok Pernikahan . Ujarnya

 

Dok.Pribadi

Selain divisi pendidiak ada juga divisi Kesehatan,yang memiliki  program kerja yang dijalankan berupa sikat gigi bersih, dimana para delegasi mengedukasi serta melakukan stimulasi untuk anak-anak dalam menggosok gigi dengan baik dan benar, dan sikat gigi dan alat lainnya pada sesi akhir diserahkan kepada anak-anak sebagai tanda terima kasih. Kemudian, ada program kerja kompetisi dusun sehat, dimana mereka melalukan survey terhadap dusun-dusun Meat, dan memberikan penghargaan berupa piagam sertifikat kepada kepala dusun. Lalu, pagi harinya divisi kesehatan melakukan senam sehat bersama kurang lebih 30 orang lansia, melakukan medical check up, dan konsultasi/obat gratis. 


Dari Divisi Lingkungan sosial, melaksanakan program yaitu berupa, pembuatan papan sapta pesona, pembuatan lubang sampah, pembuatan papan informasi jangka waktu penguraian sampah yang dilukis langsung, serta membuat program LISA (lihat sampah ambil). Sedangkan divisi Ekonomi Kreatif, menjalankan program lebih kepada pembuatan video dokumenter tentang potensi kearifan lokal desa Meat guna sebagai video promosi. Lalu, mereka juga membuat program gali potensi, dimana melakukan survey dan memmberikan solusi sesuai indikator program. Divisi ini juga memberikan pencerahan tata cara pengelolaan sosial media, website dalam tahap promosi wisata.


Dalam kegiatan ini, banyak hal yang seorang Zamna peroleh, "Keluar dari zona nyaman itu perlu, karena kita lebih akan kenal terhadap diri dan potensi kita sendiri. Pengalaman dan relasi nomor satu sih, karena itu yang bakal membesarkan kita nanti" Pungkas Zamna.[]

 

 

 

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Zamna Fauzan Mahasiswa USK Delegasi Asal Aceh Mengikuti program pengabdian Reswara Indonesia

Terkini