Iklan

Diduga Gelapkan Aset Negara, Oknum Pejabat Aceh Tamiang Gunakan "Abuse of Power" Terhadap Kepsek

Redaksi
Kamis, 22 September 2022, 07:17 WIB Last Updated 2022-09-22T00:26:53Z
Foto Ilustrasi 

ACEHPOST ID || Aceh Tamiang -Diduga salah seorang Kepala Sekolah SD Negeri di Kecamatan Seruway yang berada dibawah intervensi pejabat terpaksa harus merelakan  Aset Barang Milik Negara, digelapkan oleh oknum pejabat yang tak bertanggung jawab, hal ini terjadi pada saat kegiatan DAK rehap gedung sekolah di tahun 2021 sebanyak enam ruang belajar.

Dimana dalam kegiatan rehap gedung sekolah tersebut kuat dugaan banyak material-material lama seperti seng, kayu kasau, kusen dan beberapa material bekas lainnya raib dihalaman sekolah itu, hal ini karena barang-barang di atas tidak lagi tampak di sekitaran sekolah alias hilang tanpa kejelasan sampai pekerjaan rehap selesai.

Saat dikonfirmasi oleh AcehPost.id pada selasa 20/9/2022 tentang Aset Barang Milik Negara yang sudah tidak ada di lingkungan SD Negri itu, kepala sekolah mengatakan bahwa "Dengan berlinang air mata saya coba menahan Barang tersebut (aset) agar tidak keluar dari lingkungan sekolah namun hal ini tidak digubris oleh oknum Dinas Pendidikan dengan alasan ini adalah perintah dari Sekda," ucap kepala sekolah tersebut.

Lebih lanjut kepala sekolah SD Negeri itu juga menjelaskan perihal nya dengan tujuan untuk melegalkan pemindahtanganan aset itu dengan mempertanyakan kepada oknum Dinas Pendidikan apakah ada surat atau rekomendasi dari Bupati, Sekda atau BPKAD untuk memindahkan Aset itu,? Namun apa yang menjadi harapannya hanyalah sebuah kebohongan sehingga dirinyalah yang dijadikan "tumbal" dalam hal ini.

"Kami (pihak sekolah) hanya menerima manfaat saja dalam kegiatan DAK ini, tanpa ada mengambil keuntungan apapun," ujar kepala sekolah.

Kepala sekolah juga menjelaskan bahwa barang bekas bangunan sekolah itu hilang, dirinya sama sekali tidak mengetahuinya dan hanya mendapat info bila barang itu dibagi kepihak lain oleh oknum ASN pada Dinas Pendidikan waktu itu. 

"Barang itu diambil pada magrib dan saya tidak berada ditempat waktu itu, yang ambil dan membagikan ke pihak lain adalah oknum ASN Dinas Pendidikan, esoknya saya (Kepala Sekolah-red) langsung melapor ke kepala Dinas dan mendapat jawaban dari kepala Dinas, "Ya sudah... yang penting jelas barang itu dibagikan kepada siapa saja," terang kepala sekolah itu lagi.

Ditempat terpisah, ketika AcehPost.id melalui pesan WhatsApp mengkonfirmasi Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang selaku pejabat pengelola Aset daerah terkesan hanya diam dan tidak membalas konfirmasi awak media, pada selasa 20 September 2022.

Dari amatan AcehPost.id terlihat bahwa penggelapan Aset negara yang dilakukan oleh oknum Pejabat pada SD Negeri di Kecamatan seruway ini jelas merupakan suatu bentuk penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan dalam lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang yang menggunakan kekuasaannya dengan semena-mena dan hal ini sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 27 tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah, Pasal 5 ayat 4 huruf e, dan juga Qanun Bupati Aceh Tamiang No 4 tahun 2021 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah Pasal 8 huruf e, dengan tegas mengatakan bahwa, sekda mengatur pemindahtanganan BMD yang telah disetujui Bupati atau DPRK.

Seperti diketahui sekecil apapun Barang yang dibelanjakan dengan menggunakan uang negara itu adalah merupakan suatu Aset bagi negara atau daerah itu sendiri sehingga untuk memindahtangankan atau memusnahkannya diperlukan suatu regulasi atau rekomendasi dari dinas terkait dalam hal ini kepala daerah, bidang Aset dan persetujuan dari lembaga yang berkompeten sehingga tidak menimbulkan masalah dikemudian hari bagi pelaksana inventarisasi barang tersebut. (Yusda)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Diduga Gelapkan Aset Negara, Oknum Pejabat Aceh Tamiang Gunakan "Abuse of Power" Terhadap Kepsek

Terkini