Iklan

Masa Kontrak Berakhir, Pengerjaan Broncaptering Diduga Belum Selesai

Redaksi
Jumat, 16 September 2022, 22:19 WIB Last Updated 2022-09-17T01:40:36Z
Tampak pipa yang akan dialiri air kepada masyarakat Lampahan Timur, belum juga tersambung dan ditanam oleh pihak rekanan, Jumat (16/9/2022). (Foto : Acehpost.)

ACEHPOST.ID || Redelong - Pembangunan broncaptering yang diperuntukkan untuk desa Lampahan Timur, yang letaknya dikampung Lampahan Induk, berdekatan dengan wisata Atu Lepes, kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, sepertinya masih dalam proses pengerjaan.

Broncaptering itu dikerjakan oleh CV. Cahaya Fajar Cluet, dan selaku pengawas dari CV. Dinamika Multi Cipta. Dengan pagu anggaran sebesar Rp. 667.442.870,00.

Sesuai dengan kontrak No : 691.1/621/SP/PPPSPAM/DAK/DPUPKP-BM/2022, masa berakhirnya pengerjaan tersebut pada tanggal 10 September 2022.

Namun, menurut PPTK Elmunawar, saat bertemu dengan sejumlah awak media di salah satu cafe Bener Meriah, dirinya memberikan penjelasan, jika pengerjaan broncaptering itu telah dilakukan "Addendum" dan diberikan waktu satu bulan, artinya pengerjaan broncaptering itu harus selesai pada 10 Oktober 2022 nanti, ungkapnya.

Dari amatan media ini di lapangan, Jumat (16/9/2022), pembangunan broncaptering itu belum juga rampung dikerjakan.

Sebab, pipa air yang akan di alirkan untuk masyarakat Lampahan Timur belum juga selesai dipasang dan di tanam sesuai dengan isi kontrak.

Bahkan pihak pekerja maupun rekanan, tidak tampak di lokasi pengerjaan broncaptering saat itu.

Salah seorang warga Lampahan Timur yang enggan disebutkan namanya menceritakan pada Media ini, pembangunan broncaptering (penangkap mata air) itu dikhawatirkan suatu waktu aliran air tersebut dapat tercemar, sebab ada kampung di atasnya, yakni kampung pantan pediangan dan kampung rembune, sebutnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lampahan Timur, Mukhlis, saat ditemui media ini, Jumat (16/9/2022) mengatakan, saya sempat menanyakan kepada pihak pengawas, "Apakah itu proyek kamu, jawabnya iya," terang Reje Kampung Lampahan Timur itu.

"Mohon dikerjakan dengan baik, dan tolong juga dikoordinasikan dengan masyarakat yang memiliki kebun, jika dilakukan penanaman pipa."

Bahkan, sambung Reje Mukhlis, masyarakat sangat mengharapkan pembangunan broncaptering itu, sebab wilayah Lampahan Timur masih kekurangan kebutuhan air bersih, ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Desa Lampahan Timur, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, mengeluhkan proyek pembangunan Broncaptering (penangkap mata air).

Pasalnya, pelaksanaan pada proyek Broncaptering tersebut di lapangan dikerjakan asal-asalan dan terkesan asal jadi.

Menurut Rio warga setempat mengatakan, bahwa pembangunan broncaptering di desanya dikerjakan asal jadi saja. 

"Padahal kami berharap banyak dengan adanya pembangunan itu, kami tidak akan kesulitan untuk mendapatkan air bersih," ucapnya. (*)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Masa Kontrak Berakhir, Pengerjaan Broncaptering Diduga Belum Selesai

Terkini