Iklan

Ketua LSM Garis Merah : SPBU Pinturime Gayo Sarat Masalah, APH Tak Berkutik

Redaksi
Selasa, 24 Januari 2023, 15:48 WIB Last Updated 2023-01-26T01:13:55Z
Acehpost.id || Bener Meriah-Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pinturime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, yang digadang gadang akan menjadi program inti Bumdesma Pinturime Gayo sepertinya akan berakhir di meja penyidik.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garis Merah pada Media ini Selasa, (24/1/2023).

Pasalnya, sampai hari ini kejelasan pembangunan SPBU ini masih simpang siur antara jadi atau tidak jadi, hal ini terjadi karena mulai dari awal program Pembangunan Program tersebut sudah tidak ada seiya sekata antara Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) dan Aparatur Desa dalam membentuk Badan Usaha Desa Bersama (Bundesma), masalah ini berawal dari komitmen yang tidak jelas dalam penempatan lokasi SPBU yang di tuding tidak rasional dan justru karena ada penekanan bahwa lokasi pembangunan SPBU harus di kampung Gemasih.

Padahal, jika kita lihat titik-titik yang strategis untuk pembagunan ini ada tanah Negara yang bagus dan ada lokasi harga tanah yang sesuai dengan yang seharusnya.

Sedangkan untuk lokasi di kampung Gemasih justru SPBU akan di bangun dekat dengan Bengkel Mobil yang justru rentan terhadap percikan Api dan jalan yang tidak mendukung jika terjadi antrian panjang dalam pengisian minyak sehingga kita juga bertanya, "Kok pertamina bisa tentukan lokasi yang sudah tentu lokasi tersebut sangat berpotensi untuk menimbulkan permasalahan dikemudian hari," kata Nasri Gayo.

Belum lagi persoalan harga tanah yang diperuntukan untuk lokasi ini, justru dengan harga yang lumayan tinggi ketika tanah tersebut masih belum terdaftar sebagai aset desa dan belum memiliki surat-surat yang jelas tentang penguasaannya.

Seharusnya, kata Nasri, para pelaksana bisa melihat bahwa ketentuan sarana tanah untuk kepentingan publik ini tentu harus memenuhi syarat-syarat yang di izinkan oleh UU, terkait pengadaan tanah untuk sarana publik.

Nah jika dari awal saja program ini sudah menjadi persoalan besar, apakah ada jaminan bahwa program ini akan berhasil dan bukan program untuk memperkaya orang lain saja.

Semoga Alat Penegak Hukum (APH) benar-benar memberikan perhatian serius terhadap pembangunan projek tersebut, pinta Ketua LSM Garis Merah itu. (*)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Ketua LSM Garis Merah : SPBU Pinturime Gayo Sarat Masalah, APH Tak Berkutik

Terkini