Lhokseumawe – Sebanyak 20 dayah di Kabupaten Aceh Utara hingga kini masih belum pulih pascabencana. Kondisi tersebut disampaikan Anggota DPRA Aceh, T. Zulfadli Ismail, kepada RRI Sabtu 31 Januari 2026, yang menyoroti lambannya proses pemulihan fasilitas pendidikan keagamaan di daerah tersebut.
T. Zulfadli Ismail mengatakan, belum pulihnya puluhan dayah itu sangat memprihatinkan, terutama karena bulan suci Ramadan semakin dekat. Padahal, Ramadan merupakan momentum penting bagi aktivitas pendidikan dan pembinaan keagamaan di lingkungan dayah.
Ia menjelaskan, sebagian besar dayah masih mengalami kerusakan pada bangunan utama, asrama santri, hingga fasilitas pendukung lainnya. Akibatnya, proses belajar mengajar belum dapat berjalan normal, bahkan ada dayah yang terpaksa membatasi aktivitas santri.
Menurutnya, kondisi ini membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah maupun Pemerintah Aceh. Ia meminta agar rehabilitasi dan rekonstruksi dayah terdampak bencana segera dipercepat, agar tidak mengganggu keberlangsungan pendidikan santri.
T. Zulfadli Ismail menegaskan, dayah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda Aceh. Oleh karena itu, pemulihan dayah tidak boleh tertunda dan harus menjadi salah satu prioritas utama dalam penanganan pascabencana.
Ia juga berharap adanya sinergi antara pemerintah, lembaga terkait, serta masyarakat dalam mendukung pemulihan dayah. Dengan percepatan penanganan, diharapkan seluruh dayah di Aceh Utara dapat kembali berfungsi normal, khususnya dalam menyambut dan menjalani bulan suci Ramadan.(*)













