Iklan

Mengendus Mr R Dibalik Polemik Jembatan Kilangan Aceh Singkil

Kamis, 04 Februari 2021, 22:25 WIB Last Updated 2021-02-04T15:29:28Z
Pemerhati Perkembangan Politik dan Pembangunan Aceh, Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra


ACEH SINGKIL - Proyek pembangunan jembatan Kilangan di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, menuai kritikan tajam dari Pemerhati Perkembangan Politik dan Pembangunan Aceh, Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra.


Menurut Radjasa, jembatan yang ditargetkan selesai dibangun pada tahun 2022 mendatang itu diduga mengalami masalah. Karena itu, Radjasa meminta kepada penegak hukum turun tangan mengusut tuntas masalah tersebut.


“Siapapun yang terlibat atau bersalah harus dikejar dan ditangkap tanpa pandang bulu,” katanya tegas, Rabu 03 Februari 2021.


Radjasa juga menduga ada sosok yang dekat dengan penguasa di Aceh berinisial R, yang menurutnya terkesan kebal hukum. Tapi, sosok tersebut sejatinya bukan “orang kuat” yang tidak bisa disentuh hukum.


“Persoalannya bukan karena R yang kuat, tapi sikap Pemimpin Aceh yang rakus dan tidak menggunakan nurani dalam memimpin Aceh,” ujarnya.


Lebih lanjut Radjasa menuturkan, pekerjaan tersebut belum selesai dikerjakan, tapi sudah dibayarkan, yang menurutnya ada masalah yang sengaja dibiarkan begitu saja tanpa adanya upaya hukum.


“Kasus Mr R dalam penyelidikan aparat hukum dan institusi pemberantasan korupsi memang terjadi mekanisme percaloan dalam proses lelang, fee dimuka, pengambil keputusan kan Gubernur, maka sekali lagi saya katakan bukan Mr R yang terlalu kuat, tapi karena pejabat yang terlalu rakus,” jelasnya.


Sementara kata dia, hasil audit BPK, mungkin saja ada perintah dari top leader, karena para pelaksana dan pemenang lelang adalah kroni-kroninya. “Iya betul R yang dimaksud Rabudin. Dia memiliki salah satu kafe di Medan. Saya tidak kenal yang bersangkutan,” katanya.


Radjasa mengaku telah menemukan alamat tempat R sering nongkrong di Medan, Sumatera Utara. Sosok R tersebut menurutnya merupakan calo proyek. “Kalau dia pengusaha, kenapa tidak satupun dia punya perusahaan. Namun, untuk kasus jembatan itu atas nama R walau pemilik perusahaan bukan dia,” bebernya.


“Bisa dibayangkan, jika pemenang lelang proyek APBA adalah pengusaha dari luar Aceh. Apakah tidak membuat Aceh terus dalam kemiskinan,” tambahnya.


Seperti diberitakan sejumlah media, jembatan penghubung antara Kecamatan Singkil dengan Kecamatan Kuala Baru di Kabupaten Aceh Singkil menjadi salah satu jembatan terpanjang di Aceh.


Untuk diketahui, panjang jembatan tersebut diperkirakan 400 meter rangka baja, yang dibuat dan ditargetkan selesai pada tahun 2022. Namun ternyata, jembatan dengan nilai Rp 40 miliar itu kini menimbulkan bermasalah.


“Maka kita sangat mendukung dan mendorong para penegak hukum untuk mengusut tuntas dan menangkap para pelaku yang terlibat merugikan keuangan negara,” tutupnya.


Sedangkan Gubernur Aceh Nova Iriansyah, sebelumnya mengatakan, ruas jalan dari jembatan Kilangan tersebut terhubung langsung dengan ruas jalan Kuala Baru Aceh Singkil hingga Trumon Aceh Selatan.


Tapi, pembangunan jembatan kemudian dikerjakan dengan skema anggaran per tahap. “Ada koneksi dengan proyek jalan multiyears, tapi beda anggaran. Kalau jembatan ini, tunggal dikerjakan per tahap,” ungkap Gubernur seperti dilansir Beritasatu.


Sedangkan berdasarkan hasil audit BPK yang diperoleh Media ini menjelaskan, perusahaan pemenang tender tidak melampirkan SKA dalam form Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) atau fasilitas upload data kualifikasi lainnya untuk pegawai tetap, juga tidak melampirkan laporan keuangan.


BPK perwakilan Aceh juga mengungkap masalah lain terkait laporan auditor independen atas laporan keuangan perusahaan tersebut sebagai laporan yang diduga palsu.


Bukan hanya soal tender, laporan BPK juga menyebut pengguna anggaran pada Dinas PUPR Aceh melakukan perbuatan menyalahi ketentuan dengan menyetujui pembayaran 100 persen sebelum pekerjaan selesai dilaksanakan. (**)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Mengendus Mr R Dibalik Polemik Jembatan Kilangan Aceh Singkil

Terkini

Iklan