Iklan

Hanya di Bener Meriah Mediasi Berakhir Pemukulan, Ada Apa?

Harir Rizkytullah
Senin, 19 April 2021, 13:20 WIB Last Updated 2021-04-19T06:20:26Z

Tampak Ibu SH (25) sedang menyelamatkan anaknya dari pemukulan oknum bendahara desa Tingkem Bersatu kabupaten bener meriah, Sabtu (17/4/2021).

 

Acehpost.id || Redelong- Seorang oknum aparatur kampung yang juga menjabat sebagai bendahara Kampung Tingkem Bersatu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Meriah ST (38) diduga melakukan peganiayaan terhadap seorang warga SH (25).


Tidak hanya itu, diduga pelaku Meriah ST saat melakukan penganiayaan terhadap korban SH, dibantu oleh seorang rekannya OM.


Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi dikantor Reje (Kepala Desa-red) kampung Tingkem Bersatu, saat proses mediasi antara korban yang saat itu sedang bertikai dengan salah seorang penjual daging rusa, Sabtu Sore (17/4/2021).


Abang kandung korban Mashuri (35) kepada Media ini Senin 19 April 2021 membenarkan peristiwa tersebut.


Saat ini adiknya masih dirawat di RSU Muyang Kute Bener Meriah, diduga akibat penganiayaan yang dilakukan oleh Meriah ST (38) dan rekannya OM (30), sehingga adiknya SH (25) mengalami luka memar pada bagian mata sebelah kiri dan kepala, katanya.


Sebelum kejadian, Mashuri abang kandung korban mengaku sempat bertikai dengan seorang pedagang rusa di kampung tersebut, sehingga ia dipanggil oleh reje kampung untuk datang ke kantor reje. 


"Saya sempat di telpon oleh reje untuk hadir ke kantor reje, namun karena berada di simpang tiga saya sempat bilang sebentar lagi," ujarnya.


Namun sambung Mashuri, Reje kampung langsung memerintahkan kepala dusun sentosa untuk menjemput adiknya, yang kala itu sedang menemani ibunya berjualan ikan di kampung Tingkem Bersatu.


"Ibu saya sempat melarang kepala dusun untuk tidak membawa adiknya, karena yang bertikai saya bukan adik saya, namun saat itu kepala dusun bilang tidak apa-apa karena sudah ada Babinsa disana," terang Mashuri.


Disebutkannya, dari keterangan para saksi saat adiknya berbicara dengan Reje kampung tiba-tiba bendahara dan seorang warga yang merupakan kerabat pedagang tadi, memukul adiknya dibagian mata sehingga bengkak.


"Saat saya tiba di kantor reje, adik saya sudah tidak berada di sana, bahkan kepala kampung juga tidak memberitahukan kepada saya jika adik saya sudah menjadi korban pemukulan," ucapnya.


Setalah kejadian tersebut, maka aparatur kampung Tingkem Bersatu melakukan musyawarah atas pertikaian yang sebelumnya terjadi.


Nah, saat musyawarah itu berlangsung tiba-tiba beberapa warga datang dan memberitahukan bahwa adiknya dipukuli oleh bendahara kampung, sehingga proses mediasi saat itu gagal dan sempat terjadi kisruh di kantor kepala kampung setempat, jelas Mashuri.


"Saya langsung meninggalkan kantor reje kampung untuk melihat kondisi adik saya, setelah melihat matanya bengkak saya langsung berlari ke kantor reje kampung untuk mencari pelaku pemukulan namun saat itu pelaku langsung kabur," sambung Mashuri.


Menurutnya, insiden tersebut tidak terlepas dari kelalaian Reje kampung yang menempatkan seorang preman atau bodigat sebagai aparatur desa. 


Untuk itu kata Mashuri, Reje dan aparatur kampung Tingkem Bersatu harus bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.


"Saya berharap tidak hanya pelaku saja yang di proses, namun Reje kampung Tingkem Bersatu juga harus bertanggung jawab atas kejadian yang dialami adik saya, sebab dari awal kami melihat reje kampung tidak netral dalam menyelesaikan masalah tersebut,“ tandas Mashuri abang SH korban pemukulan.


Terkait kronologis peristiwa dugaan pemukulan yang dialami oleh seorang warganya, media Aceh Post.ID mencoba menghubungi Reje Kampung Tingkem Bersatu Idham melalui via selulernya, guna mengkonfirmasi dugaan penganiayaan tersebut, Reje Idham mengatakan, "Itu, maksudnya sayakan lagi sakitkan, nanti kalo ngak saya telpon lagi bang ya, kebetulan kaki ada kena apa ni bang kan, nanti saja saya telpon lagi bang ya," demikian meniru ucapan Reje Idham. (Red)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Hanya di Bener Meriah Mediasi Berakhir Pemukulan, Ada Apa?

Terkini

Iklan