Iklan

Heboh..!! Beredar Selebaran Bagi-bagi Proyek Tahun 2021 di Bener Meriah

Selasa, 20 April 2021, 13:06 WIB Last Updated 2021-05-06T13:27:42Z
Wakil Bupati Dailami sedang menjelaskan mengenai hal beredarnya selebaran tentang pembagian proyek tahun 2021 di Kabupaten Bener Meriah, Selasa (20/4/2021).

Acehpost.id || Redelong-  Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Pribahasa itu mengisyaratkan orang yang tidak dapat menghindarkan diri dari malapetaka atau bencana. 

Mungkin hal itulah yang dialami Kabupaten Bener Meriah saat ini. Dimana daerah yang berhawa sejuk itu selalu membuat manuver politik dan kisah pranknya bak roman picisan pula.

Sebelumnya, kisah itupun pernah terjadi di tahun 2020 lalu tepatnya di waktu shalat idul Fitri 1441 Hijriah.

Kala itu dihadapan para jamaah shalat Idul Fitri, Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi sempat menyampaikan dirinya 'Mundur' dari Bupati, dikarenakan kondisi Bupati Sarkawi kurang sehat dan dalam masa pengobatan tulang belakangnya.

Hal itu sontak terdengar dan menghebohkan seluruh masyarakat Bener Meriah hingga merebak ke Provinsi, dan Nasional.

Tak ayal, manuver politik cek ombak itu hanya sepintas guyonan dan isapan jempol semata, rakyat bener meriah pun terkesima.

Namun, Abuya Sarkawi kembali lagi pada posisi beliau sebagai Bupati Bener Meriah, alih-alih tak jadi 'Mundur'.

Kini, kabupaten Bener Meriah kembali lagi digegerkan dengan beredarnya surat selebaran di salah satu laman facebook warga net.

Dimana pada selebaran itu mengatasnamakan masyarakat Bener Meriah, menyampaikan laporan bahwa telah terjadi pemungutan komitmen fee proyek pada tahun 2021 oleh Bupati Bener Meriah Sarkawi yang sedang dibuka pelelangan saat ini.

Bahkan, surat selebaran yang tertanggal 19 April 2021 itu ditembuskan kepada Komisi Pemberatan Korupsi (KPK), Kapolri, Kejaksaan Agung RI, Kapolda Aceh, dan Kejaksaan Tinggi Aceh.

Didalam surat selebaran yang beredar tersebut menyebutkan Bupati Bener Meriah Sarkawi menerima komitmen fee dari rekanan atau kontraktor dan masyarakat yang mau mendapatkan pekerjaan proyek, mulai dari tender hingga penunjukkan langsung (PL).

Sebagai jembatan penerima komitmen fee proyek tersebut, keluarga dari Bupati Bener Meriah (S, A, S).

Uang tersebut di dalam empat tas ransel lebih kurang 4 Milyar dan diantarkan ke BRI induk redelong oleh S pada bulan Januari 2021, dan Wakil Bupati Dailami menerima komitmen fee dari rekan-rekannya (S, P, A) yang di kumpulkan pada kantor PDAM Bener Meriah yang saat ini di duduki oleh Saudara S dengan komitmen fee yang dikumpulkan sebesar 3 Milyar dengan kebutuhan untuk pembayaran janji politiknya kepada anggota DPR Bener Meriah pada saat pemilihan Wakil Bupati Bener Meriah yang lalu, bunyi selebaran itu.

"Kami masyarakat Bener Meriah tidak percaya lagi terhadap penegak hukum yang ada di Bener Meriah ini, maka melalui selembaran ini masyarakat sampaikan kepada pihak penegak hukum yang lainnya yang menerima keluh kesah masyarakat Bener Meriah," demikian isi dari surat selebaran yang beredar itu.

Dimana pada selebaran itu, tercantum pula nama-nama dan program kegiatan. 

Tak sampai disitu, instansi vertikal juga ikut dalam pencatutan list penerimaan paket kegiatan tersebut.

Entah ini hoax, atau benar dan atau hanya sebagai manuver politik saja yang tengah melanda di daerah berhawa sejuk ini.

Media Acehpost.id mencoba menelusuri dan mengkonfirmasi beberapa lembaga vertikal, terkait pencatutan nama instansi vertikalnya.

Pencatutan nama instansi vertikal, Kapolres Bener Meriah AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK saat dikonfirmasi awak media via WhatsApp mengatakan, kami masih mendalaminya untuk mengetahui pelaku dan motifnya terkait selebaran yang belum dapat dipertanggung jawabkan tersebut.

"Akan kami proses bila nantinya terdapat unsur-unsur perbuatan melawan hukum," kata Kapolres Siswoyo Selasa (20/4/2021).

Sementara itu, Wakil Bupati Dailami  saat ditemui awak Media di ruang kerjanya Selasa 20 April 2021 terkait beredarnya selebaran tersebut dirinya menanggapi, "Itu karena keharmonisan saya dengan Bupati Abuya. Jadi ada pihak-pihak yang mau memecahbelahkan kami, itulah yang sebenarnya," kata Dailami.

"Uang yang dibawa ke bank BRI itu ada ngak, silahkan di cek di CCTV."

Saat ditanyai awak media, apa pandangan Bapak Wakil Bupati Dailami atas manuver politik atau pemecah belah antara pak Dailami dengan Bupati Sarkawi?

Wakil Bupati Dailami menjawab, karena mereka selama ini melihat kami slow-slow saja dan harmonis saja.

Motif semua ini bagaimana caranya membuat hubungan saya dengan Bupati supaya pecah, dan tidak harmonis lagi, ungkap Dailami.

Lebih lanjut lagi Wakil Bupati Dailami menyebutkan bahwa para pemenang proyek bisa saja di lihat dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) sehingga mereka tau nama-nama pemenangnya sehingga mereka membuat selebaran untuk meresahkan warga Bener meriah, terang Wakil Bupati Dailami. (DS)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Heboh..!! Beredar Selebaran Bagi-bagi Proyek Tahun 2021 di Bener Meriah

Terkini

Iklan