Banda Aceh – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Nora Idah Nita, menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2026 harus diprioritaskan untuk pemulihan korban bencana di Aceh. Ia menilai hingga kini penyintas banjir, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang, masih hidup dalam kondisi memprihatinkan tanpa kepastian bantuan.
Pernyataan tersebut disampaikan Nora dalam Rapat Paripurna DPRA, di Banda Aceh, Kamis, 12 Februari 2026. Ia mengungkapkan, kekecewaan warga Aceh Tamiang telah memuncak hingga berujung aksi unjuk rasa besar-besaran hari ini dan nyaris ricuh.
“Kondisi di lapangan masih sangat menyedihkan. Masih ada masyarakat yang tinggal di tenda pengungsian, bahkan tidur di area kuburan Cina karena rumah mereka belum bisa dihuni,” kata Nora di hadapan pimpinan dan anggota DPRA lainnya.
Menurut politisi Partai Demokrat itu, pascabanjir besar yang melanda Aceh Tamiang pada akhir November 2025, pemulihan berjalan lambat. Hunian sementara (Huntara) dinilai belum mencukupi, sementara sebagian warga belum mampu membersihkan dan memperbaiki rumah karena keterbatasan ekonomi.
Nora juga menyoroti minimnya kejelasan program penanganan korban bencana dari Pemerintah Aceh. Ia mengaku kerap mendapat pertanyaan langsung dari masyarakat terkait kontribusi APBA bagi korban banjir.
“Masyarakat bertanya kepada kami, apa yang sudah APBA berikan untuk mereka. Sampai sekarang kami juga belum melihat pola dan program yang jelas,” ujarnya.
Ia menambahkan, hingga kini korban banjir belum menerima bantuan yang sebelumnya dijanjikan pemerintah, seperti penggantian perabot rumah tangga maupun dukungan pemulihan ekonomi. Bahkan program padat karya atau cash for work yang sempat memberi harapan, disebutnya belum memiliki kejelasan kelanjutan.
“Seperak pun belum mereka terima. Padahal sebentar lagi kita memasuki bulan Ramadan,” tegas Nora.
Karena itu, Nora mendesak pimpinan dan seluruh anggota DPRA agar pembahasan APBA 2026 benar-benar mengalokasikan anggaran yang konkret, terukur, dan langsung menyentuh kebutuhan korban bencana.
“APBA 2026 harus berdampak nyata bagi masyarakat terdampak. Jangan hanya menjadi janji di atas kertas,” pungkasnya.(*)









