Home / Pemerintah / Pemerintah Aceh

Rabu, 10 Juli 2024 - 19:01 WIB

Mellani Subarni Dikukuhkan Sebagai Bunda Literasi Aceh

Redaksi - Penulis Berita

Penjabat Sekretaris Daerah Aceh, Azwardi AP, M.Si., Bunda Literasi Aceh, Mellani Subarni dan Pj Ketua DWP Aceh, Nurmaziah, mendapat kartu anggota Perputakaan Wilayah Aceh yang diserahkan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Arpus) Aceh, Edi Yandra, di Aula Gedung Pelayanan Perputakaan Aceh, Rabu, 10/7/2024

Penjabat Sekretaris Daerah Aceh, Azwardi AP, M.Si., Bunda Literasi Aceh, Mellani Subarni dan Pj Ketua DWP Aceh, Nurmaziah, mendapat kartu anggota Perputakaan Wilayah Aceh yang diserahkan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Arpus) Aceh, Edi Yandra, di Aula Gedung Pelayanan Perputakaan Aceh, Rabu, 10/7/2024

Banda Aceh – Penjabat ( Pj) Sekretaris Daerah Aceh, Azwardi, atas nama Penjabat Gubernur Aceh, resmi mengukuhkan Mellani Subarni sebagai Bunda Literasi Aceh Tahun 2024, Rabu, 10 Juli 2024.

Acara pengukuhan ini berlangsung di Gedung Perpustakaan Wilayah di Banda Aceh.

Dalam sambutan tertulis Penjabat Gubernur Aceh yang dibacakan Azwardi, menekankan pentingnya literasi, sebagai kunci utama untuk membangun bangsa yang cerdas dan berkarakter.

Menurut Mellani, literasi membuka pintu kemajuan, memberdayakan individu untuk kehidupan yang lebih baik, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi dan memperkaya budaya.

Selain itu juga untuk meningkatkan minat baca dan budaya literasi, sebagai salah satu fokus utama pemerintah, termasuk di Aceh.

Namun, tingkat literasi masyarakat Indonesia disebut masih tergolong rendah dibandingkan dengan negara-negara maju.

Berdasarkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) tahun 2023 yang dirilis oleh Perpustakaan Nasional RI, skor IPLM Indonesia adalah 69,42 dari skala 0-100, menempatkan Indonesia di urutan ke-62 dari 70 negara.

Aceh sendiri mencatat skor 66,23, belum masuk dalam 10 besar provinsi dengan nilai IPLM tertinggi.

“Oleh karena itu, masih banyak yang perlu dilakukan untuk meningkatkan minat baca dan budaya literasi di Indonesia, khususnya di Aceh,” kata Azwardi.

Azwardi juga mengajak semua pihak untuk mendukung Bunda Literasi Aceh dalam upaya meningkatkan budaya literasi di daerah.

Bunda Literasi jugavdiharapkan memiliki komitmen dan empati yang tinggi serta menjadi panutan bagi generasi muda, terutama generasi milenial di Aceh.

Selain itu, program Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku (GERNASBAKU) juga diharapkan dapat menumbuhkan minat baca pada anak sejak usia dini.

“Diharapkan, dengan sinergi antara berbagai stakeholder pendidikan dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, budaya literasi di Aceh akan semakin maju dan menyebar hingga ke seluruh kabupaten, kecamatan, dan kelurahan,” sebut Azwardi.

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Mualem Tegaskan Aceh Butuh Dukungan Pusat

Pemerintah Aceh

Sumringahnya Kak Na, Terima Batik Dari Zahra

Pemerintah Aceh

‎Sekda Aceh Pantau Aksi ASN Relawan di Pidie Jaya dan Bireuen ‎

Pemerintah Aceh

Gubernur Mualem Terima Bantuan Warga Malaysia untuk Korban Banjir dan Longsor

Pemerintah Aceh

3.000 Relawan ASN Pemerintah Aceh Diterjunkan ke Berbagai Daerah Terdampak Bencana di Aceh

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Tinjau dan Salurkan Bantuan Logistik di Posko Pengungsian di Aceh Utara

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Instruksikan Pemkab Bireuen Percepat Pendataan Rumah Korban Banjir

Pemerintah Aceh

Pastikan Stok Logistik Aman, Sekda Aceh Tinjau Posko Pelabuhan Krueng Geukueh