Home / News

Rabu, 28 Februari 2024 - 00:28 WIB

Anggota Polsek Simpang Jernih Dampingi Petugas Medis Tangani Seekor Gajah Liar Yang Sakit

Redaksi - Penulis Berita

ACEHPOST.ID | IDI – Anggota Polsek Simpang Jernih Polres Aceh Timur Polda Aceh mendampingi Team dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dan anggota Forum Konservasi Leuser (FKL) menangani satu ekor gajah liar yang sakit.

Kapolres Aceh Timur AKBP Nova Suryandaru, S.I.K. melalui Kapolsek Simpang Jernih Ipda Maswelliadi, S.H. mengatakan, keberadaan gajah tersebut diketahui oleh warga Dusun Pante Cermin, Desa Pante Kera, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur pada hari Jum’at, (23/02/2024).

“Menurut keterangan warga, awalnya kawanan gajah liar tersebut masuk ke perkebunan warga berjumlah enam ekor, terdiri dari satu ekor induk jantan, satu ekor induk betina dan empat ekor anak gajah. Induk jantan bersama empat anak gajah sudah kembali ke hutan, sedangkan induk betina masih tertinggal di kebun warga,” kata Kapolsek, Selasa, (27/02/2024).

Baca Juga :  Ketua DPRK Aceh Timur Dukung Fatwa MUI Baikot Produk Israel Dan Suarakan Kemerdekaan Palestina

Mengetahui ada gajah liar di perkebunan, lanjut Kapolsek, warga menginformasikan kepada Geuchik (Kepala Desa) Pante Kera dan melaporkan kepada Polsek Simpang Jernih.

“Memperoleh informasi tersebut, kami berkoordinasi dengan BKSDA Aceh dan FKL, kemudian bersama sama ke lokasi gajah tersebut berada.

Setibanya di lokasi, satwa yang dilindungi tersebut diketahui dalam keadaan luka-luka di bagian kaki, pinggul dan luka sobek telinga bagian kanan. Belum diketahui penyebabnya, namun diduga luka tersebut akibat perkelahian sesama gajah.

Selanjutnya Team medis dari BKSDA melakukan pengobatan terhadap gajah Sumetera (Elephas Maximus Sumatranus) tersebut.

Baca Juga :  Bulan Penuh Berkah Polres Aceh Timur Bagikan 500 Takjil Buka Puasa Kepada Pengguna Jalan

Selama proses pengobatan, Kapolsek menyampaikan tidak ada kendala dan keadaan aman terkendali. Hingga saat ini keberadaan dan kondisi gajah liar tetap dipantau oleh tim. Petugas dari BKSDA menyampaikan penanganan dilakukan dengan cepat karena peran masyarakat yang aktif dan berkoordinasi dengan petugas.

“Koordinasi dan komunikasi merupakan hal yang sangat penting karena sangat membantu petugas. Disamping itu kami juga menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan sekitar dan melaporkan kepada kami jika ada kejadian-kejadian yang ditimbulkan dari satwa liar, jangan melakukan perburuan liar terhadap satwa yang dilindungi oleh Negara, karena selain berpotensi berhadapan dengan hukum perburuan liar juga akan menggangu habitat alam.” Terang Maswelliadi.(*)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

50 Awardee BSI Scholarship Pelajar di Provinsi Aceh Lolos Masuk di PTN

News

Baju Berlogo POPDA Aceh XVII dan Maskot Badak Diburu Pembeli

News

Pendangang UMKM Laris Manis diburu Pembeli Pada Ajang POPDA Aceh Ke XVII di Aceh Timur

News

POPDA XVII di Aceh Timur, Bazar Kuliner Hingga Wahana Permainan Ikut Memeriahkan

News

BPJS Jadi Syarat Buat SIM, Ini Kata Kasat Lantas Polres Aceh Timur? 

News

Simpan Sabu Dalam Anus, Pria Di Aceh Timur Ditangkap Polisi

News

Peringati Hari Bhayangkara ke-78 Tahun Pj Bupati Aceh Timur Hadiri Kegiatan Bakti Sosial

News

Idul Adha 1445 H, Kejaksaan Negeri Aceh Timur Sembelih 3 Ekor Hewan Qurban