Home / Pemerintah / Pemerintah Aceh

Minggu, 23 Juni 2024 - 20:47 WIB

Asisten II Ajak Rekanan Percepat Pengerjaan Venue PON XXI

Redaksi - Penulis Berita

SIGLI – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh Zulkifli, selaku Wakil Ketua Harian 1 PB PON XXI Wilayah Aceh, meninjau sejumlah lokasi pengerjaan venue Cabang Olahraga Taekwondo yang akan digunakan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024, di Kawasan Pidie Convention Center, Minggu (23/6/2024).

SIGLI – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh Zulkifli, selaku Wakil Ketua Harian 1 PB PON XXI Wilayah Aceh, meninjau sejumlah lokasi pengerjaan venue Cabang Olahraga Taekwondo yang akan digunakan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024, di Kawasan Pidie Convention Center, Minggu (23/6/2024).

Sigli – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh Zulkifli, selaku Wakil Ketua Harian I PB PON XXI Wilayah Aceh, mengajak para rekanan untuk menyukseskan gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024, dengan memacu pengerjaan sejumlah venue yang saat ini sedang dikerjakan.

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten II Sekda Aceh, saat meninjau lokasi pengerjaan venue Cabang Olahraga Taekowondo, di kawasan Pidie Convention Center. Nantinya, venue ini akan dipergunakan pada perhelatan PON XXI, di Kabupaten Sigli, Minggu (23/6/2024).

“Pemerintah Aceh mengajak semua pihak, termasuk para rekanan untuk mendukung kesuksesan PON XXI. Bentuk dukungan dari para rekanan tentu saja memacu dan melakukan upaya percepatan pengerjaan venue. Karena pada Agustus mendatang sejumlah Kementerian dan Lembaga yang terkait PON akan turun ke Aceh untuk melihat progres pembangunan venue-venue yang ada di Aceh,” ujar Zulkifli.

Baca Juga :  Paripurna DPR Aceh: BPK RI Serahkan LHP Laporan Keuangan Pemerintah Aceh Tahun Anggaran 2023

Oleh karena itu, Zulkifli yang saat ini juga menjabat sebagai Plh Kepala Dinas Perkim Aceh, mengimbau agar rekanan mempercepat pengerjaan agar bisa selesai lebih cepat dari target yang telah ditentukan sebelumnya.

“Sebelum PON berlangsung, seluruh venue akan diuji coba. Untuk itu, kami imbau teman-teman, para rekanan untuk bekerja lebih cepat, dengan menambah alat dan jam kerja agar venue bisa selesai lebih cepat dari target awal. Namun, kualitas pengerjaan tentu harus diperhatikan, harus tetap baik,” imbau Zulkifli.

Menanggapi hal tersebut, Sofyan, selaku rekanan pembangunan venue Taekwondo menjelaskan, saat ini tim telah melakukan kerja sistem aplusan dengan lama waktu kerja per hari mencapai 12 jam.

Baca Juga :  PJ Gubernur Aceh Sampaikan KUA dan PPAS 2025 Sampai Rp11,3 Triliun Kepada DPRA

“Kami siap mendukung kesuksesan PON Pak. Saat ini sejumlah upaya percepatan juga terus kita lakukan, termasuk menambah jam kerja, dengan sistem shift. Sejak beberapa waktu lalu, kami telah menerapkan 12 jam kerja per hari,” ujar Sofyan.

Dari venue Taekwondo, Asisten II Sekda Aceh bertolak ke venue Cabor Sepak Bola Pool C, di Lapangan Sepak Bola Blang Paseh. Saat ini, rekanan sedang melakukan penanaman rumput dan pengerjaan tribun penonton.

Selanjutnya, Asisten II menuju ke Lapangan Sepak Bola Lhang Tijue dan Lapangan Sepak Bola Bambi. Saat ini, rekanan sedang merehabilitasi Lapangan tersebut. Nantinya, kedua lapangan sepakbola tersebut akan dijadikan sebagai tempat latihan bagi kesebelasan yang bertanding di Pool C.

Share :

Baca Juga

Parlementaria

DPR Aceh Minta Pemerintah Bentuk Satgas Penanganan Tambang Ilegal

Pemerintah

Pj Gubernur Bustami Luncurkan Program Baca Al-Qur’an Sebelum Belajar di Seluruh SMA Sederajat di Aceh 

Pemerintah

Lantik Pj Bupati Simeulue, Pj Gubernur Ingatkan Kesukseskan Pelaksanaan Pilkada 2024

Pemerintah

Pj Gubernur Bustami Sambut Kepulangan Kloter Terakhir Jamaah Haji Aceh 

Pemerintah

Lepas Musabaqah Pawai Muharram 1446 Hijriah, Ini Harapan Pj Gubernur Aceh 

Pemerintah

Pemerintah Aceh Gelar Pemeriksaan Fisik Mobil Dinas untuk Transportasi PON XXI

Pemerintah

Pj Gubernur Bersilaturrahmi ke Dayah Ruhul Qur’ani dan Dayah BUDI Lamno

Parlementaria

DPR Aceh Ingatkan Pj Gubernur Bustami Jika Ikut Pilkada Harus Mundur