
Simeulue – ACEHPOST | Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi melaunching dan meresmikan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang disiarkan secara daring ke seluruh Indonesia, Sabtu (16/5/2026).
Momentum nasional tersebut turut disambut di Kabupaten Simeulue melalui peresmian Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Linggi, Kecamatan Simeulue Timur, yang dilakukan langsung oleh Komandan Kodim 0115/Simeulue Letkol Inf. Amr Qomarus Zaman, S.T., M.I.

Peresmian Gedung KDMP Desa Linggi tersebut berlangsung bersamaan dengan peresmian nasional oleh Presiden Prabowo Subianto, menandai komitmen bersama dalam memperkuat ekonomi kerakyatan hingga ke pelosok desa.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRK Simeulue Rasmanudin H. Rahimin, S.E., unsur Lanal Simeulue, Polres Simeulue, jajaran SKPK Pemerintah Kabupaten Simeulue, para pengawas dan pengurus KDMP, serta masyarakat Desa Linggi yang memadati lokasi kegiatan dengan penuh antusias.

Tidak hanya meresmikan gedung KDMP, kegiatan juga dirangkaikan dengan pembukaan pasar murah bagi masyarakat yang dipusatkan di halaman KDMP Desa Linggi. Sejak pagi, masyarakat tampak berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk membeli berbagai kebutuhan pokok yang dijual dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar pada umumnya.
Program pasar murah tersebut menjadi bagian dari uji coba awal operasional KDMP dan langsung mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Berbagai kebutuhan sembako yang dipasarkan bahkan ludes dibeli warga dalam waktu singkat.

Sejumlah masyarakat yang sempat diwawancarai mengaku sangat bersyukur dan terbantu dengan hadirnya pasar murah melalui KDMP tersebut. Mereka menilai harga barang yang dijual jauh lebih terjangkau dibandingkan di toko maupun pasar biasa.
“Kami sangat senang dan bersyukur dengan adanya pasar murah ini. Harga barang lebih murah dan sangat membantu masyarakat kecil seperti kami,” ungkap salah seorang warga Desa Linggi.

Masyarakat berharap program bazar dan pasar murah KDMP dapat terus berlanjut ke depan karena dinilai sangat membantu kalangan ekonomi menengah ke bawah dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sementara itu, Dandim 0115/Simeulue Letkol Inf. Amr Qomarus Zaman menegaskan bahwa keberadaan KDMP bukan hanya sekadar bangunan fisik, melainkan pusat penguatan ekonomi rakyat yang harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Koperasi Desa Merah Putih harus menjadi motor penggerak ekonomi desa, membuka peluang usaha, menstabilkan harga kebutuhan pokok dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami dari Kodim 0115/Simeulue akan terus mengawal dan mendukung penuh program ini agar berjalan maksimal dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan memanfaatkan KDMP sebagai wadah kebangkitan ekonomi desa berbasis gotong royong dan kemandirian.
Di Kabupaten Simeulue sendiri, pembangunan KDMP terus menunjukkan progres positif. Hingga saat ini telah terbangun sebanyak 82 bangunan KDMP di berbagai wilayah di Kabupaten Simeulue, dengan tiga titik yang telah rampung 100 persen, yakni KDMP Desa Linggi, Lasikin dan Kuala Makmur.
Sementara pembangunan KDMP lainnya terus dipercepat dan segera menyusul penyelesaiannya.
Ketua DPRK Simeulue Rasmanudin H. Rahimin, S.E., juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat atas hadirnya program strategis nasional tersebut di Kabupaten Simeulue.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto, atas perhatian besar terhadap masyarakat desa melalui program Koperasi Desa Merah Putih ini,” ujarnya.
Menurutnya, KDMP menjadi harapan baru dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa dan membantu masyarakat kecil mendapatkan akses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Kami berharap program ini terus berjalan dengan baik, berkembang dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sesuai harapan Presiden Republik Indonesia. Kehadiran KDMP harus menjadi solusi dan kekuatan baru bagi ekonomi masyarakat desa di Simeulue,” tutupnya. (*BS).












