Home / Daerah

Jumat, 8 Maret 2024 - 18:40 WIB

Mahasiswa Aceh Besar Gelar “Meudrah” Hikayat Prang Goumpeni di Yogyakarta.

Redaksi - Penulis Berita

Acehpost.id | Yogyakarta — Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Aceh Besar Yogyakarta (KABY) menyelenggarakan “Meudrah” karya sastra perang Aceh. Kegiatan yang diselenggarakan di Yogyakarta ini mengangkat Hikayat Prang Goumpeni karya Abdul Karim atau yang lebih dikenal dengan Do Karim. Do Karim merupakan sastrawan Aceh ternama yang bermukim di Keutapang Dua, Aceh Besar. Hikayat Prang Goumpeni ini dikarang di masa Perang Aceh melawan Belanda.

 

Ketua KABY, Muhammad Mufariq, dalam keterangannya menjelaskan bahwa kata Goumpeni dalam karya Do Karim mengacu pada Pemerintah Kolonial Belanda. “Kata ini diadopsi dari “Compagnie” pada VOC, aliansi dagang Belanda yang menginvasi Nusantara pada abad ke-17. Di dalamnya memuat kisah yang menceritakan perjuangan heroik masyarakat Aceh Besar melawan penjajahan Belanda. Namun ditengah arus modernisasi yang terus mengalir di Aceh, keberadaannya semakin terancam. Banyak orang hanya sekadar tahu namanya, tetapi jarang yang membaca isinya.” Ungkap Mufariq.

Baca Juga :  Satgas TMMD Reguler Ke - 120 Kodim 0105/Abar Gandeng BKKBN Provinsi Aceh Dan Puskesmas Sosialisasi Percepatan Penurunan Stunting

 

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa generasi muda perlu memberikan perhatian pada warisan intelektual masa lalu. “Tanyoe tanyoe jinoe yang muda, ka jatah tanyoe ta lestarikan keuneubah indatu awai, salah saboh jih mahakarya sastra hikayat prang goumpeni nyoe, harapan kamoe lheuh ta meudrah ngon ta tuleh ulang teuma, beujeut keu lebeh mudah bak ta pelajari ukeu, dan talake doa hikayat nyoe beu jithee ban sigom donya”. Ucap Ketua Umum KABY tersebut.

 

Dalam upaya pembelajaran karya sastra ini, KABY mengadopsi konsep “meudrah”. Meudrah merupakan model pembelajaran tradisional yang selama ini berkembang secara kultural di Aceh. Kata Meudrah berasal dari bahasa arab درس yang berarti belajar. Mufariq mengatakan, KABY ikut berperan dalam melestarikan kebudayaan Aceh di luar daerah.

Baca Juga :  Pemkab dan Masyarakat Aceh Besar Sambut Baik Pelita Air di Aceh

Dalam kesempatan ini KABY juga bekerja sama dengan Center for Hikayat Studies @hikayat.studies dalam melakukan penulisan ulang naskah tersebut ke dalam ejaan yang telah disempurnakan. Transliterasi ini penting untuk memudahkan pembaca masa kini dalam memahami naskah teks masa lalu yang masih dalam ejaan lama. Dengan begitu karya sastra tersebut dapat bermanfaat dan mampu menjangkau audiens yang lebih luas.

 

Langkah selanjutnya yang diambil oleh KABY adalah memulai proses penulisan ulang Hikayat Prang Goumpeni. Dengan tujuan untuk membuatnya lebih terstruktur dan dapat dipahami oleh pembaca modern, upaya penulisan ulang ini bertujuan untuk menjaga relevansi karya sastra ini bagi generasi masa kini dan mendatang. []

Share :

Baca Juga

Daerah

Pj Bupati Amrullah Silaturahmi dengan Insan Pers Aceh Timur, Wartawan Adalah Partner Pemerintah

Daerah

Panwaslih Aceh Barat Tandatangani NPDH Dengan PJ Bupati Aceh Barat Menyambut Pilkada 2024

Daerah

Pemkab Nagan Raya Salurkan Bantuan Sosial Santunan Kematian Tahap II

Daerah

Pj Bupati Fitriany Serahkan Bantuan Lampu PJU untuk Desa dan Pesantren, bantuan Kementerian

Daerah

Pj Bupati Amrullah Bahas Arah Pembangunan Aceh Timur Dengan Ketua DPRK

Daerah

Potong Pita, Pj Bupati Iswanto dan Kajari Aceh Besar Resmikan Sumur Berkah Adhyaksa di Meunasah Mesjid Lampuuk

Daerah

Pj Bupati Nagan Sambuat Kepulangan Jamaah Haji

Daerah

Insan Pers Jalin Silaturahmi Dengan Kodim 0105/Aceh Barat