Home / Berita / Daerah / Nusantara

Jumat, 29 Desember 2023 - 14:02 WIB

Melihat Sekerak dan Permasalahannya

Redaksi - Penulis Berita

Oleh : Irfan Maulana (Pemuda Sekerak/Alumni Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh)

Acehpost.id | Banda Aceh — Sekerak merupakan salah satu kecamatan di kabupaten Aceh Tamiang yang berdekatan dengan kecamatan Karang Baru dan Bandar Pusaka. Kecamatan Sekerak yang ibu kotanya Sekerak Kanan memiliki luas 257,95 Km yang berada pada 8 Meter Diatas Permukaan Laut (MDPL), kecamatan Sekerak memiliki 14 desa/kampung dan 34 dusun yang dinaungi oleh sekitar 7.755 penduduk.
Adapun desa/kampung yang ada di kecamatan Sekerak yaitu desa Baling Karang, Suka Makmur, Sulum, Juar, Pematang Durian, Sekumur, Tanjung Gelumpang, Lubuk Sidup, Sekerak Kanan, Bandar Mahligai, Sekerak Kiri, Pantai Perlak, Pantai Tinjau, Kebun Batang Ara.

Adapun mata pencarian utama masyarakat desa kecamatan Sekerak adalah sebagai petani, hal tersebut disebabkan wilayahnya yang sebagian besar masih banyak hutan subur sehingga cocok untuk lahan pertanian, seperti karet, sawit, sayur-sayuran dan buah-buahan, hal tersebut menjadikan wilayah kecamatan Sekerak sangat adem dan asri. Adapun suku asli masyarakat Sekerak adalah suku Tamiang Hulu sehingga sifat kebanyakan masyarakat Sekerak ramah, tegas dan santun.

Namun, dibalik keindahan Kecamatan Sekerak, masih banyak problem yang belum terselesaikan, sejak kecamatan ini lahir belum terlihat secercah cahaya kemajuan pada kecamatan Sekerak, hal tersebut bisa dilihat dari berbagai aspek, sebagai berikut:

1. Kondisi Jalan

Kondisi jalan di desa kecamatan Sekerak yang masih banyak rusak bahkan rusak berat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistika (BPS) Aceh Tamiang tahun 2023, jalan kecamatan Sekerak memiliki panjang 48.8 Km dengan kondisi baik hanya 11.30 Km, kondisi sedang 0.8 Km, kondisi rusak ringan 1.4 Km, kemudian dengan kondisi rusak berat mencapai 35.30 Km. Adapun untuk kondisi jalan yang teraspal hanya 13.1 Km, sedangkan kondisi jalan yang krikil/tanah sepanjang 20.4 Km dan dengan kondisi lainnya sepanjang 15.3 Km. Kondisi tersebut terbilang buruk jika dibandingkan dengan kondisi kecamatan yang hampir sama panjang jalannya seperti kecamatan Bandar Pusaka yang memiliki jalan sepanjang 48.3 Km dan kecamatan Banda Mulia sepanjang 42.5 Km. Kemudian Sekerak belum ada jalan kecamatan sendiri yang dapat menghubungkan langsung ke seluruh desa yang ada di Kecamatan Sekerak, sehingga banyak desa-desa yang mengakses melalui jalan kecamatan Bandar Pusaka yang harus menyebrangi sungai Tamiang dengan transportasi getek. Hal tersebut sangat memperihatinkan sebab jalan merupakan salah satu sarana transportasi yang sangat berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat, kemudian pembangunan insfrastruktur jalan desa dapat memberikan dampak positif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa karena infrastruktur menjadi kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi. Kemudian kondisi jembatan juga mengkhawatirkan, mengingatkan jembatan merupakan sebuah sarana transportasi yang memiliki peran yang sangat penting bagi kelancaran pergerakan lalu lintas, jembatan juga akan berpengaruh pada peningkatan laju ekonomi masyakarat setempat.

Baca Juga :  Para Juara Cosmics Mendapatkan Tiket Masuk MTsN 1 Nagan Raya Tanpa Tes

2. Kondisi Akses Internet

Kondisi akses internet yang sangat kurang, bahkan tidak ada di Kecamatan Sekerak, keberadaan tower jaringan hanya ada di Sekerak Kanan dan itu tidak akan sampai diakses oleh seluruh desa di Kecamatan Sekerak. Menurut data BPS, desa yang mendapatkan akses Internet hanya desa Sekerak Kanan, Bandar Mahligai dan Pantai Tinjau, bayangkan di era serba digital saat ini masih ada wilayah yang tidak bisa merasakan akses internet dengan baik, internet sangat memberikan manfaat bagi masyarakat, dengan internet maka masyarakat bisa mengakses informasi dengan mudah dan cepat, apalagi saat ini sektor pendidikan sudah menggunakan internet saat ujian, maka banyak siswa harus pergi ke sekolah lain untuk melaksanakan ujian sekolah, tentunya ini sangat menyulitkan siswa dan sekolah.

3. Kondisi Akses Pendidikan

Selanjutnya dari aspek pendidikan, keberadaan sarana dan prasarana sekolah sangat mempengaruhi anak-anak dalam mengemban pendidikan, namun kenyataan di Kecamatan Sekerak hanya memiliki 7 sekolah dasar (SD) dan 2 madrasah ibtidaiyyah (MI), lalu hanya mempunyai 3 sekolah menengah pertama (SMP) dan tidak ada Mts, kemudian hanya 1 sekolah menengah atas (SMA), sedangkan kecamatan Sekerak memiliki 14 desa/kampung. Hal tersebut sangat memperihatinkan sebab pendidikan suatu aspek yang sangat penting untuk masa depan anak, hal tersebut menyebabkan banyak anak desa di Kecamatan sekerak harus pergi jauh ke sekolah yang ada di kecamatan lain seperti Karang Baru, namun hal tersebut juga sangat menyulitkan sebab jarak yang begitu jauh sehingga harus memerlukan kendaraan untuk pergi setiap harinya dan membutuhkan ongkos yang tinggi. Hal tersebut menjadikan ada anak-anak yang putus sekolah, tentu saja kondisi ini sangat memperihatinkan untuk masa depan bangsa.

4. Kondisi Wilayah
Kemudian, kecamatan Sekerak termasuk daerah yang terdiri dari wilayah-wilayah yang sebagian besar merupakan perbukitan, bergelombang dan dataran sehingga rawan longsor. Faktor temperatur dan curah hujan, morfologi (kemiringan dan bentuk lereng), batuan penyusun lereng, struktur geologi, kondisi hidrologi lereng dan jenis pemanfaatan lahan  lereng  pada  beberapa  wilayah  memicu longsor di wilayah kecamatan Sekerak. Lalu air sungai yang meluap ke lingkungan sekitarnya akibat curah hujan yang tinggi dan menerus mengakibatkan terjadinya banjir. Bencara longsor dan banjir akan sangat berdampak pada masyarakat seperti kerusakan rumah dan isi barang dalam rumah ataupun rusaknya sarana dan prasarana umum lainnya. Selain itu, masyarakat juga akan kesulitan untuk bekerja dan mengakses jalan menuju pekerjaan ketika bencana longsor atau banjir melanda, hal tersebut tentu menjadikan masyarakat rugi dari segi ekonomi, padahal banjir dan longsor merupakan bencana musiman yang ada di Aceh Tamiang. Oleh karena itu, sudah mestinya ada solusi atas permasalahan tersebut, terutama pengerukan sungai Tamiang karena sudag semakin dangkal sehingga ketika hujan terus menerus air sungai akan meluap, kemudian pengerokan dinding jalan menjadi teras agar tidak terjadi longsor.

Baca Juga :  Dukungan 19 Komisariat, Syifaul Huzni Terpilih sebagai Formateur HMI Cabang Banda Aceh

Dari keempat permasalahan mendasar diatas sangat mempengaruhi keadaan masyarakat, terbukti bahwa kondisi masyarakat Sekerak yang masih berada digaris kemiskinan, hal tersebut bisa dilhat dari banyaknya penerima PKH sehingga masuk keluarga sangat miskin, bayangkan saja pada zaman modern saat ini masih ada keluarga yang tidak punya rumah yang layak, kemudian ada yang belum punya akses listrik bahkan masih ada yang tidak memiliki jamban dikediamannya, padahal kebutuhan-kebutuhan mendasar seperti demikian seharusnya tidak menjadi persoalan lagi ditengah masyarakat, tapi hal tersebut masih terjadi di Kecamatan Sekerak.

Tentu permasalahan tersebut harus cepat dicari solusi untuk perubahan Sekerak yang lebih baik. Kehadiran pemimpin sangat mempengaruhi kemajuan sebuah wilayah, mengingat selama 10 tahun terakhir tidak adanya warga asli Sekerak yang lolos menjadi anggota dewan di parlemen, banyak yang berasumsi itu lah penyebab dari ketertinggalan kecamatan Sekerak selama ini.

Oleh karena itu, harapan terbesar ada pada kesadaran masyarakat, terutama pemuda dalam melakukan gerakan untuk mengadvokasi dan menyuarakan segala permasalahan yang ada di Kecamatan Sekerak agar menjadi lebih baik kedepanya, dengan disuarakan segala permasalahan dengan harapan pihak yang berwenang akan mendengar dan memberi solusi.[]

Share :

Baca Juga

Berita

Perjuangan Pemulihan Identitas: Mahasiswa PMI UIN Ar-Raniry Bahas ‘Media dan Budaya’ dalam Kuliah Tamu

Berita

Dua Srikandi Memimpin Sema dan Dema FDK

Berita

Pilpres dan Pileg 2024; antara Idealisme dan Harga Diri

Daerah

Projo Aceh Jaya membagikan 1000 paket susu kue dan buah gratis untuk masyarakat Aceh Jaya

Daerah

Momentum Isra’ Mi’raj, Alumni IKAS Saling Mendorong di Jalur Politik

Daerah

Dayah Tauthiatul Maghfirah Gampong Blang Krueng Aceh Besar Memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Berita

Hafid Aiman Nahkodai Sanggar Seni Seulaweut 2024

Daerah

Warga Desa Meudang Ara Keluhkan Kabel Listrik Berantakan