Bener Meriah – Pemerintah mempercepat pembersihan material sisa bencana banjir dan tanah longsor di jalan lintas penghubung Takengon dan Bireun untuk memudahkan mobilisasi logistik dan aktivitas masyarakat.
Pelaksana proyek dari PT Kreung Meuh (KM) (Persero), Alfata, mengatakan pihaknya telah melakukan pembersihan di sejumlah titik di ruas jalan lintas Takengon-Bireun sejak Desember 2025 hingga sekarang ini.
“Targetnya sesegera mungkin karena ini pun longsoran masih banyak. Insyaallah kami usahakan dalam beberapa hari ini segera tuntas masalah pembersihan longsoran di badan jalan. Setidaknya menjelang puasa nanti arus lalu lintas sudah kembali pulih,” kata alfata saat ditemui media ini Sabtu (31/01/2026).
Alfata menyebutkan pihaknya melakukan pembersihan badan jalan dari material banjir dan longsor terlebih dahulu, untuk kemudian dilanjutkan kembali revitalisasi jalan dan jembatan yang rusak setelah usai lebaran nanti.
Oleh karena itu, ia menyebut pihaknya menyiagakan sejumlah alat berat, seperti alat pemuat beroda (wheel loader), ekskavator, hingga sejumlah truk jungkit (dump truck).
Saat ini pengerjaan pembersihan material berada di titik jalan Paya Tumpi, jalan Lampahan, jalan 92 hingga dengan jalan Jamur Ujung yang tebingnya longsor kala bencana hidrometeorologi melanda wilayah tengah ini kala itu.
“Kerja kami jam 8 pagi sampai jam 5 sore. Kalau memang efektif untuk lembur, kami lemburin sampai jam 12 malam. Arahan dari pemerintah sesegera mungkin ini dituntaskan, biar akses jalan dari Takengon -Bireun normaldan mudah di lalui oleh masyarakat,” ucap Alfata.
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menekankan pihaknya memberikan perhatian serius terhadap pemulihan konektivitas jalur lintas tengah Aceh, khususnya ruas jalan dari arah Takengon menuju Bireun.
Penanganan ruas Jalan Aceh Tengah, Bener Meriah, telah dilaksanakan Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dengan mengerahkan alat berat berupa ekskavator dan wheel loader untuk mempercepat pembersihan material longsor.
“Hampir semua kendaraan sudah bisa lewat, sehingga aset logistik, kendaraan berat, BBM, dan kebutuhan lainnya sudah bisa masuk dari arah Bireun menuju Bener Meriah maupun ke Takengon,” ucap Dody, Sabtu (31/01/2026).













