
Aceh Barat – ACEHPOST | Di tengah arus modernisasi, kerajinan tradisional kasab Aceh tetap bertahan dan berkembang berkat tangan-tangan terampil perempuan daerah. Salah satunya adalah Ema Mutiara Deka, pelaku UMKM asal Desa Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga, yang sukses mengangkat sulaman kasab menjadi produk bernilai ekonomi tinggi sekaligus menjaga warisan budaya.
Ema, yang merupakan anggota Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 012 PD Iskandar Muda, dikenal aktif mengembangkan usaha “Mutiara Kasab”. Ia juga merupakan istri dari Koptu Didik Sulistyo Budi, personel TNI AD yang bertugas sebagai Ta Provost di Kodim 0105/Aceh Barat.
Berbekal keterampilan turun-temurun dari keluarga, Ema mulai menekuni kerajinan kasab dengan mengedepankan kualitas dan keaslian motif khas Aceh. Setiap produk dikerjakan secara manual, mulai dari penggambaran motif hingga proses penyulaman menggunakan benang emas di atas kain beludru.
“Kasab bukan hanya kerajinan, tapi juga identitas budaya Aceh yang harus dijaga,” ungkapnya.
Beragam produk berhasil dihasilkan, mulai dari pelaminan adat, perlengkapan pesijuk, busana tradisional, tas, hingga berbagai cinderamata. Produk-produk tersebut kini telah dipasarkan tidak hanya di Aceh Barat, tetapi juga menjangkau luar daerah.
Selain fokus pada produksi, Ema juga aktif memberdayakan perempuan di lingkungan sekitarnya. Melalui kelompok pengrajin yang dibentuk, ia mengajak ibu-ibu setempat untuk ikut belajar dan terlibat dalam proses pembuatan kasab, sehingga mampu menambah penghasilan keluarga.
Langkah ini dinilai efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas sekaligus meningkatkan kemandirian perempuan.
Meski demikian, tantangan tetap ada. Fluktuasi penjualan dan persaingan pasar menjadi kendala yang harus dihadapi. Namun, dengan inovasi dan promosi melalui media sosial serta partisipasi dalam berbagai pameran, termasuk kegiatan Persit, usaha ini terus berkembang.
Keberadaan “Mutiara Kasab” tak hanya menjadi usaha ekonomi, tetapi juga wadah pelestarian budaya lokal. Ema berkomitmen mempertahankan nilai tradisional kasab di tengah perubahan zaman, sekaligus mengenalkannya kepada generasi muda dengan pendekatan yang lebih modern.
Sebagai istri prajurit, Ema juga mampu menjalankan peran ganda—mendampingi suami dalam pengabdian negara sekaligus menjadi penggerak ekonomi kreatif di daerah.
Dari Desa Kuala Bubon, kiprah Ema Mutiara Deka menjadi inspirasi bahwa perempuan mampu menjadi pilar penting dalam pelestarian budaya dan penguatan ekonomi masyarakat.










