Home / Daerah

Senin, 4 Mei 2026 - 10:19 WIB

“DEMO RASA ATAU DEMO RUPIAH?” — ISU MASSA BAYARAN Rp50 RIBU GUNCANG KANTOR BUPATI BIREUEN

Reza Kabiro Aceh - Penulis Berita

ACEHPOT-  Bireuen — Aksi demonstrasi yang berlangsung di depan Kantor Bupati Kabupaten Bireuen mendadak menuai sorotan tajam. Bukan hanya soal tuntutan yang disuarakan, namun beredar kabar miring yang menyebutkan adanya dugaan “massa bayaran” dengan tarif Rp50 ribu per orang.

Isu ini langsung menyulut tanda tanya besar di tengah masyarakat. Apakah aksi tersebut benar-benar lahir dari jeritan rakyat, atau sekadar panggung yang disusun dengan imbalan recehan?

Sejumlah sumber di lapangan menyebutkan bahwa sebagian peserta aksi diduga tidak memahami secara jelas substansi tuntutan yang mereka bawa. Bahkan, ada yang hanya datang karena ajakan dengan iming-iming uang transport.

“Katanya dikasih uang Rp50 ribu, makanya ikut. Soal tuntutan kurang paham,” ujar salah satu peserta yang enggan disebutkan namanya.

Jika dugaan ini benar, maka aksi tersebut berpotensi mencederai makna demokrasi itu sendiri. Demonstrasi yang seharusnya menjadi wadah aspirasi rakyat justru terkesan berubah menjadi komoditas yang bisa “dibeli”.

Fenomena massa bayaran bukanlah hal baru di berbagai daerah. Namun jika terus dibiarkan, praktik ini bisa merusak kepercayaan publik terhadap gerakan sosial dan melemahkan suara rakyat yang sebenarnya.

Pemerintah Kabupaten Bireuen maupun aparat penegak hukum diharapkan tidak tinggal diam. Transparansi dan klarifikasi perlu segera dilakukan agar tidak berkembang menjadi bola liar yang memperkeruh situasi.

Di sisi lain, publik pun diingatkan untuk lebih kritis dalam menyikapi setiap aksi di ruang terbuka. Sebab, di balik teriakan lantang di jalanan, bisa jadi terselip kepentingan yang tak terlihat.

Pertanyaannya kini: siapa yang bermain di balik layar? Dan untuk kepentingan siapa suara itu dibeli?

 

Share :

Baca Juga

Berita

IWOI Aceh Desak Evaluasi Dana Pokir, Minta APH Perketat Pengawasan

Daerah

PROYEK JEMBATAN KRUENG TINGKEUM: “NGEGAS” DI ATAS KERTAS, TERPATAH-PATAH DI LAPANGAN

Daerah

SKANDAL BATU GAJAH ILEGAL DI BIREUEN MELEDAK! GUNUNG DIKULITI, HUKUM SEAKAN DIBUNGKAM

Daerah

Bupati Bireuen Tancap Gas! Empat Proyek APBN Dipantau Langsung, Pemulihan Pasca Banjir Dikebut Tanpa Kompromi

Daerah

Ketua BKMT Ny. Hiryani Razuardi Serahkan Sertifikat, Apresiasi Nakes Berprestasi di Puncak Pekan Imunisasi Dunia 2026

Daerah

PEMERINTAH KABUPATEN BIREUEN TEGASKAN KOMITMEN: BEKERJA UNTUK RAKYAT, MENUJU DAERAH MAJU DAN SEJAHTERA

Daerah

Bupati Bireuen H. Mukhlis Tancap Gas di DPRA: Dorong Revisi UU Pemerintahan Aceh Demi Masa Depan Lebih Kuat

Daerah

“PESTA PENJARAHAN” DI Kabupaten Bireuen: SAAT BATU GAJAH DIANGKUT BEBAS, HUKUM DIPERTARUHKAN