Home / Berita / Daerah / Headline / Hukrim / Nasional / Nusantara

Jumat, 17 April 2026 - 14:21 WIB

Forwatu Banten Desak Kementerian PUPR Hentikan Proyek DSCS, Soroti Dugaan Kelalaian K3 hingga Tewaskan Warga

Redaktur Pelaksana - Penulis Berita

ACEHPOST – SERANG | Forum Warga Bersatu (Forwatu) Banten mendesak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk segera menghentikan sementara Proyek Strategis Nasional (PSN) Karian Dam Serpong Conveyance System (DSCS).

Desakan ini muncul setelah insiden tragis yang menewaskan seorang anak akibat tercebur ke dalam kolam proyek saluran pembawa air baku Karian–Serpong di Desa Mekarsari, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, pada 14 April 2026.

Korban diketahui bernama Muhammad Faas (6), warga Kampung Pasir Makam. Peristiwa tersebut diduga kuat terjadi akibat kelalaian dalam penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lokasi proyek.

Ketua Presidium Forwatu Banten, Arwan, dalam keterangannya pada Senin (15/04), menegaskan bahwa insiden tersebut bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan indikasi lemahnya pengawasan dan buruknya penerapan sistem keamanan proyek.

“Kami melihat adanya pola kelalaian oleh manajemen Waskita. Penerapan K3 hanya sebatas formalitas di atas kertas, sementara kondisi di lapangan sangat memprihatinkan. Akibatnya, nyawa melayang sia-sia,” tegas Arwan.

Forwatu menilai, proyek yang seharusnya membawa manfaat justru menimbulkan risiko serius bagi masyarakat sekitar.

Selain menyoroti aspek keselamatan, Forwatu juga mengungkap dampak lain yang dirasakan warga, seperti kerusakan infrastruktur jalan akibat aktivitas kendaraan proyek serta potensi pencemaran lingkungan.

Sekretaris Forwatu Banten, Riswanto, menyebut jalan umum mengalami kerusakan parah akibat lalu lintas alat berat dan truk pengangkut material.

“Jalan rusak akibat aktivitas alat berat dan truk proyek. Fasilitas umum seharusnya dijaga, bukan justru dirusak demi kepentingan proyek,” ujarnya.

Empat Tuntutan Forwatu Banten

Forwatu Banten menyampaikan empat tuntutan utama kepada pemerintah dan pihak terkait:

Penghentian sementara proyek DSCS hingga audit keselamatan selesai dilakukan.

Investigasi menyeluruh atas insiden yang menewaskan korban.

Pertanggungjawaban hukum dan moral dari kontraktor serta konsultan pengawas.

Evaluasi total sistem manajemen proyek, khususnya penerapan K3.

Santunan Dinilai Tidak Layak

Sebagai bentuk empati, Forwatu turut mendatangi keluarga korban dan memberikan santunan. Namun, mereka menilai bantuan dari pihak perusahaan belum memenuhi harapan keluarga.

Bendahara Forwatu Banten, Maman Mulyawan, menyampaikan bahwa santunan yang diberikan tidak sebanding dengan kehilangan yang dialami keluarga korban.

“Kami mendapat informasi pihak perusahaan sudah memberikan santunan, namun menurut kami belum layak dan belum mencerminkan tanggung jawab penuh,” ungkapnya.

Siap Tempuh Jalur Hukum

Hingga berita ini diturunkan, Forwatu Banten menyatakan siap menempuh langkah hukum maupun aksi damai jika tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti oleh Kementerian PUPR dan pihak terkait.

Mereka berharap insiden ini menjadi pelajaran penting agar tidak ada lagi korban jiwa akibat kelalaian dalam proyek pembangunan infrastruktur nasional.

Share :

Baca Juga

Berita

Abu Nurdin Mewakili KPA, PA dan BRA Simeulue Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Abu Doto Dr. Zaini Abdullah

Daerah

PROYEK PENGAMAN TEBING SUNGAI DI JULI DISOROT, DUGAAN PENGGUNAAN MATERIAL DARI GALIAN C ILEGAL MINTA DIUSUT TUNTAS

Daerah

SOROTAN MAKIN TAJAM! PROYEK PENGAMAN TEBING SUNGAI DI JULI DIDESAK DIAUDIT MENYELURUH, TRANSPARANSI DAN PENGAWASAN DIPERTANYAKAN

Daerah

PROYEK MILIARAN PENGAMAN TEBING SUNGAI DI JULI JADI SOROTAN, KOORDINASI DIPERTANYAKAN, KUALITAS PEKERJAAN DISOROT

Berita

Ulee Wilayah Kecam Dugaan Manuver Kudeta Terhadap Ketua KPA Simeulue

Daerah

Musdi Fauzi Gelar Reses II di Desa Kota Batu, Santuni Anak Yatim dan Serap Aspirasi Masyarakat

Berita

PKBM Ummul Qurro Resmi Berubah Nama Menjadi PKBM Darul Mutiin, Dilakukan Sesuai Prosedur Administrasi Juklak Juknis Dinas Pendidikan

Daerah

Pembangunan Jembatan Duplikasi Krueng Tingkeum Kutablang Capai 57 Persen, Ditargetkan Rampung Tepat Waktu